Putin Tiba di China Bahas Energi dan Kemitraan Dunia Multipolar dengan Xi Jinping
Putin Bertemu Xi Jinping di China Bahas Energi dan Dunia Multipolar
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di China pada Selasa (19/5/2026) untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping mengenai kerja sama energi dan pembangunan tatanan dunia multipolar. Kunjungan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke negara Asia tersebut.
Menurut laporan kantor berita Kyodo yang mengutip media pemerintah China, setelah Putin dan Xi melakukan pembicaraan, China dan Rusia akan menandatangani sekitar 40 dokumen bilateral. Dokumen-dokumen tersebut mencakup pernyataan bersama tentang penguatan kemitraan bilateral dan pembangunan dunia multipolar.
Agenda Pembicaraan
Menurut pernyataan Kremlin, Putin juga dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri China Li Qiang. Xi dan Putin kemungkinan juga akan membahas kondisi perang Amerika Serikat dan Israel yang sedang berlangsung melawan Iran, serta kerja sama energi bilateral. Rusia merupakan pemasok minyak mentah utama bagi kekuatan ekonomi Asia tersebut.
Sebelum lawatannya ke China, Putin mengatakan dalam pernyataan video bahwa hubungan Rusia-China telah mencapai tingkat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua.
Pernyataan China
Pada Senin (18/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan dalam konferensi pers bahwa kemitraan strategis komprehensif antara China dan Rusia telah memberikan kontribusi penting untuk menjaga stabilitas strategis global serta menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional.
"Kedua pihak akan memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memperdalam dan meningkatkan hubungan antara China dan Rusia, sehingga dapat memberikan lebih banyak stabilitas dan energi positif bagi dunia," kata Jiakun.
Sejarah Hubungan Bilateral
Kunjungan Putin ke China kali ini dilakukan dalam rangka memperingati 25 tahun penandatanganan "Perjanjian Hubungan Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan antara China dan Rusia". Kunjungan terakhir Putin ke Beijing adalah pada bulan September 2025 untuk menyaksikan parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun penyerahan Jepang di Perang Dunia II.
China dan Rusia telah memperkuat hubungan bilateral mereka dalam beberapa tahun terakhir. Beijing menentang sanksi Barat terhadap Moskow terkait invasi skala penuh ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022. Kedua negara terus memperdalam kerja sama di bidang ekonomi, militer, dan teknologi sebagai bagian dari upaya membentuk tatanan dunia yang lebih multipolar.
Dalam konteks geopolitik global saat ini, pertemuan Putin-Xi menjadi sorotan mengingat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan persaingan strategis antara kekuatan besar dunia. Kerja sama energi antara kedua negara menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral, terutama di tengah fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik regional.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari ANTARA News dengan sumber Kyodo News.
Sumber Artikel: Artikel ini disintesis oleh AI berdasarkan berita dari ANTARA News / Kyodo .