Serangan Drone ke Pembangkit Listrik Nuklir UAE Memicu Kecelakaan
Serangan Drone ke Pembangkit Listrik Nuklir UAE Memicu Kecelakaan
Uni Emirati Arab melaporkan serangan drone yang memicu kebakaran di dekat pembangkit listrik nuklirnya di Abu Dhabi, menyebut insiden tersebut sebagai "perangkat peningkatan bahaya".
Menurut pejabat, tiga drone masuk ke wilayah Uni Emirati dari arah perbatasan barat. Dua drone berhasil diintersepsi, sedangkan drone ketiga menabrak generator listrik di luar perimeter dalam pembangkit listrik nuklir Barakah di Abu Dhabi.
Keadaan Keamanan
Tidak ada korban jiwa dilaporkan dan tidak ada dampak pada tingkat keselamatan radiologis. Pembangkit listrik nuklir tersebut beroperasi secara normal setelah kejadian.
Badan Pertahanan Uni Emirati menyatakan bahwa tiga drone masuk dari arah perbatasan barat. Dua drone diintersepsi, sedangkan drone ketiga menabrak generator listrik di luar perimeter dalam pembangkit listrik nuklir Barakah, memicu kebakaran.
Pejabat mengatakan api meledak di generator listrik dan konfirmasi bahwa langkah-langkah pencegahan telah diambil di pabrik, yang beroperasi secara normal.
Respon Internasional
Kementerian Luar Negeri Uni Emirati menyebut serangan ini sebagai "tindakan agresi yang tidak dapat diterima" dan menyatakan bahwa negara tersebut berhak merespons setiap hostilitas.
Kementerian Pertahanan Uni Emirati menyatakan bahwa mereka akan "secara tegas menghadapi upaya apa pun yang berupaya mengancam keamanan negara".
Badan Pengawas Nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (IAEA) mengatakan mereka sedang memantau situasi secara dekat. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyatakan "kekhawatiran berat" mengenai insiden tersebut.
Grossi menyatakan bahwa "aktivitas militer yang mengancam keselamatan nuklir tidak dapat diterima" dan menyerukan "pengendalian militer maksimum".
Latar Belakang Konflik
Pemerintah Uni Emirati telah sebelumnya mengakuzasi Iran sebagai pelaku serangan terhadap infrastruktur energi dan ekonomi mereka sejak meletusnya perang di wilayah tersebut pada Februari.
Iran telah memulai serangan ke seluruh wilayah sebagai pembalasan terhadap serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Sejak saat itu, Iran mengakuzasi Uni Emirati dan sekutu Amerika lainnya di Teluk sebagai memungkinkan AS untuk melancarkan serangan dari wilayah mereka.
Sementara itu, Uni Emirati menolak klaim Iran bahwa mereka secara aktif melancarkan serangan sendiri.
AS dan Iran setuju gencatan senjata pada April, namun pertukaran tembakan sporadis telah terus berlanjut. Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut berada dalam "mendukung kehidupan yang besar" setelah menolak tuntutan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Sumber: BBC World
Sumber Artikel: Artikel ini disintesis oleh AI berdasarkan berita dari BBC World .