Mahasiswa University of Arizona Boikot Pidato Eric Schmidt soal AI di Wisuda
Mantan CEO Google Eric Schmidt mendapat sambutan dingin saat menyampaikan pidato wisuda di University of Arizona pada Jumat (15/5/2026). Ia berulang kali diteriaki boo oleh para mahasiswa saat pidatonya mulai membahas kecerdasan buatan atau AI.
Silicon Valley Gagal Membaca Situasi
AI sudah menjadi topik yang kontroversial di kalangan publik, dan tidak mengherankan jika para lulusan yang akan memasuki pasar kerja yang sedang dilanda gejolak merasa negatif terhadap teknologi ini. Schmidt sendiri mengakui kekhawatiran tersebut.
Menurut laporan Business Insider, Schmidt mengatakan bahwa ketakutan "bahwa mesin akan datang, bahwa lapangan kerja akan menguap, bahwa iklim sedang hancur, bahwa politik terpecah belah, dan bahwa kalian mewarisi kekacauan yang bukan kalian buat" adalah hal yang "rasional".
Meski demikian, frustrasi Schmidt juga terlihat jelas saat ia gelisah di belakang podium dan meminta audiens untuk membiarkannya menyampaikan argumen.
Konteks Lebih Luas: Alasan Lain Boo
Beberapa wisudawan juga meneriaki Schmidt terkait tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya tahun lalu. Hal ini menambah dimensi lain dari penolakan terhadap tokoh yang dulu dianggap sebagai ikon Silicon Valley ini.
Schmidt kemudian mengatakan kepada para lulusan: "Ketika seseorang menawarkanmu kursi di roket, jangan tanya kursi yang mana, naik saja." Komentar seperti ini tidak mengejutkan dari seseorang yang tahun lalu menyebut AI sebagai teknologi yang underhyped (kurang hype-nya).
Tren Perlawanan terhadap AI
Insiden ini bukan yang pertama kalinya. Beberapa universitas lain juga mengalami momen serupa. Kampus seperti University of Central Florida dan Carnegie Mellon juga menghadapi protes serupa terhadap pidato wisuda yang terlalu mempromosikan AI.
Fenomena ini menunjukkan kesenjangan yang semakin lebar antara Silicon Valley yang terus mendorong adopsi AI dan masyarakat umum yang semakin skeptis. Gloria Caulfield, figur lain yang diundang sebagai pembicara wisuda di kampus lain, juga mendapat reaksi serupa.
Opini publik memang semakin berbalik melawan AI, tetapi perusahaan teknologi tetap memaksakan teknologi ini ke setiap aspek kehidupan kita — suka atau tidak suka.
Apa Artinya?
Insiden di University of Arizona ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda — yang akan menjadi tenaga kerja masa depan — memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang AI dibandingkan para eksekutif teknologi di Silicon Valley. Bagi mereka yang akan segera memasuki pasar kerja, AI bukanlah janji masa depan yang gemilang, melainkan ancaman nyata terhadap mata pencaharian mereka.
Sumber Artikel: Artikel ini disintesis oleh AI berdasarkan berita dari The Verge .