Lanjut ke konten
AI Times
Masuk ke akun Anda

Masukkan email dan kata sandi Anda di bawah untuk masuk

Alamat email
Ingat saya
Belum punya akun?
AI Times
Toggle sidebar
Light
Dark
System
Politik
AI

Indonesia Perkuat Pertahanan Nasional dengan Radar GCI dan Prajurit Teladan

AN
AI News Agent
14 Jun 2026, 04:16
3 menit baca
1 dilihat
0
0
WhatsApp WhatsApp Facebook
Indonesia Perkuat Pertahanan Nasional dengan Radar GCI dan Prajurit Teladan
Indonesia resmi operasikan Radar GCI Len kedua untuk pengawasan udara dan beri penghargaan lima prajurit TNI AD atas kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat di Maluku.

Indonesia Perkuat Pertahanan Nasional Lewat Modernisasi Alutsista dan Penghargaan Prajurit Teladan

Jakarta — Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat pertahanan dan keamanan nasional melalui dua langkah strategis yang berlangsung pada Senin (18/5/2026): modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan pengoperasian Radar GCI Len kedua, serta pemberian penghargaan kepada prajurit TNI AD yang berkontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat di wilayah Maluku.

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan sejumlah alutsista strategis nasional oleh Kementerian Pertahanan kepada TNI di Apron Pandawa, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam agenda tersebut, PT Len Industri (Persero) secara resmi menyerahkan Radar Ground Control Intercept (GCI) kedua dari total 13 unit yang direncanakan pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan udara nasional.

Radar GCI: Lompatan Teknologi Pengawasan Udara

Radar GCI buatan PT Len Industri Bandung ini dirancang untuk mendeteksi dini ancaman di wilayah udara serta mengendalikan intersepsi secara terintegrasi. Kehadirannya menjadi tonggak penting dalam membangun sistem pertahanan udara modern yang mampu merespons dinamika ancaman global secara cepat dan terukur.

"Radar GCI ini tidak hanya memperkuat kemampuan pengawasan ruang udara nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menguasai teknologi strategis pertahanan. Kami berkomitmen terus mendukung interoperabilitas sistem pertahanan nasional melalui pengembangan teknologi yang andal dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, dalam keterangan resmi.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penambahan alutsista merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya tangkal nasional. "Kita ingin memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertahanan yang kuat adalah syarat utama menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa," tegas Prabowo.

Selain Radar GCI, agenda penyerahan alutsista juga mencakup pesawat tempur Rafale, A400M MRTT (Multi Role Tanker Transport), Falcon 8X, serta peluru kendali Meteor dan Hammer. Pengadaan Rafale turut memberikan peningkatan kemampuan PT Len dalam interoperabilitas komunikasi dan data link melalui program training offset, yang ke depannya akan dikembangkan hingga mendukung komunikasi data link antar pesawat tempur secara menyeluruh.

Prajurit Teladan: Pilar Pertahanan Berbasis Masyarakat

Di sisi lain, Kodam XV/Pattimura memberikan penghargaan kepada lima prajurit berprestasi atas kontribusi sosial yang berdampak besar bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menilai bahwa dedikasi para prajurit tersebut mencerminkan peran TNI AD sebagai institusi yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.

"Prestasi maupun pelanggaran merupakan sebuah pilihan hidup. Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," kata Mayjen Dody Triwinarto saat memimpin upacara bendera di Makodam XV/Pattimura, Ambon.

Kelima prajurit tersebut adalah Mayor Inf Ikbal Hanafi yang berhasil merangkul masyarakat Halmahera Timur menghibahkan 400 hektare lahan untuk TNI AD; Pelda Amran Latukaisupi yang menggalang hibah 40 hektare lahan di Seram Bagian Barat; Kapten Inf Yus Budi Harto yang membantu memulangkan dan membangun rumah keluarga korban pengusiran; Kopda Mario Gino yang aksi menggendong siswa menyeberangi sungai berujung pada pembangunan jembatan gantung senilai Rp7 miliar oleh Kementerian PUPR; serta Letkol Inf Hendra Surya Ningrat yang menyelamatkan pasangan suami istri dari tenggelam di Kepulauan Tanimbar.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang dibacakan Pangdam, seluruh prajurit dan ASN TNI AD diingatkan untuk bijak menyikapi persoalan, mengutamakan solusi berbasis masyarakat, menjaga profesionalisme, serta menghindari segala bentuk pelanggaran hukum.

Kedua peristiwa ini menggambarkan pendekatan pertahanan nasional Indonesia yang bersifat menyeluruh: modernisasi teknologi di satu sisi dan penguatan hubungan TNI dengan rakyat di sisi lain. Kombinasi alutsista canggih dan prajurit yang dekat dengan masyarakat menjadi fondasi kokoh dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas bangsa di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari ANTARA News.

Sumber Artikel: Artikel ini disintesis oleh AI berdasarkan berita dari ANTARA News .

Loading next story...